RATTILILQUR'AN

Riyāḍat al-ḤurūfAt-Tibyan › Pendahuluan

Khusus Murid Rattililqur'an

Pendahuluan
Mengenal Kitab At-Tibyan

Sebelum membahas lebih detail isi buku ini, izinkan kami membedah kata demi kata judul kitab At-Tibyan fii Adaabi Hamalatil Qur'an. InsyaAllah akan menambah pemahaman kita terhadap isi buku yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi.

Khusus Murid Rattililqur'an

Akses Terbatas

Halaman ini eksklusif untuk murid dan guru Rattililqur'an. Masuk dengan akun Portal untuk membuka materi.

Gabung di Portal Rattililqur'an

بَارَكَ اللهُ فِيكُمۡ

0 dari 6 poin sudah diterapkan0%
Pertemuan 01–02 program Ngaji At-Tibyan Rattililqur'an. Kitab ini oleh penulisnya diberi judul "At-Tibyan fii Adaabi Hamalatil Qur'an". Kita akan membedah tiga kata kuncinya: At-Tibyan, Adab, dan Hamalatul Qur'an, lalu ditutup dengan memahami definisi Al-Qur'an itu sendiri.

00.01 — Makna "At-Tibyan": Penjelasan & Panduan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm — kalimat pertama yang membuka setiap kebaikan

Khutbatul Kitab — Pembukaan Kitab
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

"Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk tidak ada yang menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan tidak ada yang memberinya petunjuk..."

Khutbatul Hajah — dibacakan Imam an-Nawawi sebelum memulai kitab

"التبيَان" dalam bahasa Arab berarti "penjelasan", "keterangan" atau "panduan". Penulis ingin memberi panduan dan menjelaskan sesuatu yang akan beliau sampaikan dalam bukunya ini.

00.02 — Makna "Adab": Pelajarilah Adab Sebelum Ilmu

"الآداب" — istilah ini telah diserap menjadi bahasa Indonesia yaitu adab. Izinkan kami sedikit mendalam dalam membahas satu istilah ini, agar kita tidak salah kaprah dan pemahaman kita insyaAllah akan menjadi lebih luas.

Adab dalam bahasa Arab memiliki berbagai macam makna, diantaranya adalah mengundang orang untuk makan. Makna lainnya adalah apa yang disampaikan oleh Ibnu Mandzur: adab adalah perbuatan baik, pelakunya disebut aadib karena ia mengajak kepada kebaikan.

Mengapa penting bagi kita mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata:

Ucapan Yusuf bin Al Husain

"Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu."

Ucapan Imam Malik
تَعَلَّمِ الْأَدَبَ قَبْلَ أَنْ تَتَعَلَّمِ الْعِلْمَ

"Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu." — nasihat Imam Malik kepada seorang pemuda Quraisy

Ucapan Ibnul Mubarok
تَعَلَّمْنَا الْأَدَبَ ثَلَاثِينَ عَامًا، وَالْعِلْمَ عِشْرِينَ عَامًا

"Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun."

Keterangan para ulama ini harusnya membuat kita berhenti sejenak untuk merenungkan perjalanan menuntut ilmu kita, terutama di dalam halaqah Al-Qur'an — bagaimana pola menuntut ilmu kita, lahiriyah maupun bathiniyah.

Muhammad bin Sirin
كَانُوا يَتَعَلَّمُونَ الْهُدَى كَمَا يَتَعَلَّمُونَ الْعِلْمَ

"Sesungguhnya akhlak Nabi ﷺ adalah Al-Qur'an — ia berhenti pada batas-batasnya dan beradab dengan adabnya. Karena itu para salafush shalih menjadikan pelajaran adab sebagai prioritas, sebagaimana mereka mempelajari ilmu. Al-Khathib meriwayatkan dengan sanad shahih dari Muhammad bin Sirin: 'Mereka dahulu mempelajari petunjuk (al-huda) sebagaimana mereka mempelajari ilmu.'"

Al-Jami' li Akhlaqir Rawi wa Adaabis Sami', no. 10
Al-Hasan al-Bashri & Al-Hajjaj bin Arthath
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِلَى أَدَبٍ حَسَنٍ أَحْوَجُ مِنْهُ إِلَى حَدِيثٍ حَسَنٍ

"Sungguh ada seorang laki-laki menuntut ilmu, maka tidak lama setelah itu tampak bekasnya pada ketenangan, petunjuk, lisan, bashirah, dan baktinya. Mereka dulu mencela orang yang menuntut ilmu padahal ia buruk adabnya." Dan al-Hajjaj bin Arthath berkata: "Sesungguhnya salah seorang di antara kalian lebih membutuhkan adab yang baik daripada hadits yang baik."

Asy-Syaikh, dalam kitabnya (hlm. 17); al-Khathib dalam Al-Jami', no. 358
Khalid bin Al-Hushair & Abu 'Aashim
نَحْنُ إِلَى قَلِيلٍ مِنَ الْأَدَبِ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَى كَثِيرٍ مِنَ الْعِلْمِ

"Kami lebih membutuhkan sedikit adab daripada banyak hadits." Dan Abu 'Aashim — adh-Dhahhak bin Makhlad — berkata: "Barangsiapa menuntut ilmu hadits, maka ia telah menuntut perkara agama yang paling tinggi. Maka sudah semestinya ia menjadi manusia terbaik."

Al-Muhadditsul Fashil (741); Al-Jami' li Akhlaqir Rawi
Analogi SederhanaJangan sampai kalah dengan ahli dunia. Mereka begitu memuliakan simbol-simbol negara, bahkan sampai diatur dalam undang-undang larangan merubah dan me-remix lagu kebangsaan. Jika lagu (yang tidak berpahala ketika membacanya, bahkan bisa terjatuh ke dalam dosa) begitu dimuliakan, maka Al-Qur'an (yang setiap hurufnya berpahala jika dibaca) lebih berhak untuk kita agungkan dan muliakan. Terlebih undang-undang juga melindungi Al-Qur'an dari segala bentuk penistaan.
Ibnul Mubarok

"Adab seseorang adalah tanda kebahagiaan dan keberuntungannya. Dan sedikitnya adab seseorang adalah tanda kesengsaraan dan kecelakaannya. Tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat seperti adab yang baik. Dan tidak ada yang menghalangi dari kebaikan dunia dan akhirat seperti adab yang buruk."

Madarijus Salikin, 2/397 (Ibnul Qayyim menukil dari Ibnul Mubarok)

00.03 — Makna "Hamalatul Qur'an": Para Pengemban Al-Qur'an

"حَمَلَة الْقُرْآن" terdiri dari dua kata: Hamalat dan Al-Qur'an. Hamala dalam bahasa Arab berarti membawa atau mengemban sesuatu. Oleh karena itu ibu yang mengandung seorang janin disebut "ibu hamil", karena dia membawa janin di dalam rahimnya.

Hamalatul Qur'an secara ringkas bisa diartikan sebagai pembawa/pengemban Al-Qur'an. Namun bukan maksudnya mereka yang membawa fisik Al-Qur'an dari satu tempat ke tempat yang lain, melainkan adalah mereka yang:

  • menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam hidupnya,
  • istiqamah membacanya,
  • memahami arti dan tafsirnya,
  • menjalankan perintahnya,
  • menjauhi larangannya, serta
  • mengimani kabarnya.
Catatan Syaikh bin BazHamalatul Qur'an tidak harus seorang hafidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an). Akan tetapi, semakin banyak hafalannya maka semakin baik kedudukannya.

00.04 — Definisi Al-Qur'an: Secara Bahasa & Istilah Syar'i

Al-Qur'an secara bahasa adalah mashdar dari qara'a - yaqra'u. Maknanya ada dua, yaitu:

  • Sesuatu yang dibaca — karena Al-Qur'an dibaca oleh lisan-lisan manusia.
  • Pengumpul — karena Al-Qur'an mengumpulkan kabar dan hukum.

Adapun secara istilah syar'i, Al-Qur'an adalah Firman Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, penutup para Nabi, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas.

Definisi Syar'i

"Al-Qur'an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, penutup para nabi, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, diawali dengan surah Al-Fatihah dan ditutup dengan surah An-Naas."

Ushuulun fit Tafsiir — Syaikh Muhammad Shalih Al-'Utsaimin

00.05 — Al-Qur'an: Cahaya, Petunjuk & Perkataan yang Berat

Tidak ada cara terbaik untuk mengetahui definisi dari Al-Qur'an melainkan dari keterangan ayat-ayat di dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad ﷺ.

Firman Allah — Cahaya & Kitab yang Menerangkan
قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٞ ١٥ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُم مِّنِ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٖ ١٦

"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."

QS. Al-Ma'idah: 15–16
Firman Allah — Petunjuk yang Paling Lurus
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَالَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرٗا ٩

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar."

QS. Al-Isra': 9
Hadits Lengkap — Jamuan Allah · HR. Ad-Darimi no. 3181
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللَّهِ فَتَعَلَّمُوا مِنْ مَأْدُبَتِهِ مَا اسْتَطَعْتُمْ، إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ حَبْلُ اللَّهِ وَالنُّورُ الْمُبِينُ وَالشِّفَاءُ النَّافِعُ، عِصْمَةٌ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِهِ وَنَجَاةٌ لِمَنِ اتَّبَعَهُ، لَا يَزِيغُ فَيَسْتَعْتِبَ وَلَا يَعْوَجُّ فَيُقَوَّمَ، وَلَا تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ وَلَا يَخْلَقُ عَنْ كَثْرَةِ الرَّدِّ، فَاتْلُوهُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْجُرُكُمْ عَلَى تِلَاوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ، أَمَا إِنِّي لَا أَقُولُ {الم} وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلَامٍ وَمِيمٍ

"Sesungguhnya Al-Qur'an adalah jamuan Allah, maka pelajarilah dari jamuan-Nya semampu kalian. Sesungguhnya Al-Qur'an adalah tali Allah, cahaya yang terang, dan penyembuh yang bermanfaat. Perlindungan bagi yang berpegang teguh dengannya dan keselamatan bagi yang mengikutinya. Ia tidak menyimpang hingga perlu dicela, tidak bengkok hingga perlu diluruskan. Keajaibannya tidak pernah habis dan tidak membosankan meski sering diulang. Oleh karena itu bacalah ia — sesungguhnya Allah akan memberi pahala atas tilawahnya dengan setiap huruf sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf."

HR. Ad-Darimi no. 3181 — dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu
Firman Allah — Perkataan yang Berat
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا ٥

"Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu." — yaitu Al-Qur'an yang berat karena berisi berbagai kewajiban, hudud, hukum, adab, dan lainnya. (Tafsir Al-Mukhtashar)

QS. Al-Muzzammil: 5
RefleksiSelama ini sudahkah kita menyikapi Al-Qur'an seperti sesuatu yang berat? Bukan berat yang membebani — tapi berat yang bermakna, yang penuh dengan kewajiban, adab, dan tanggung jawab. Untuk itu dibutuhkan doa dan isti'anah billah (memohon pertolongan kepada Allah).
Catatan PengajarMasih banyak ayat dan hadits yang menjelaskan esensi dan tujuan Al-Qur'an — semuanya bisa dipelajari di kesempatan lain, atau dalam cabang ilmu Ulumul Qur'an. Pembahasan ini adalah pengantar yang cukup untuk memahami judul kitab At-Tibyan fii Adaabi Hamalatil Qur'an.
RenunganAl-Qur'an adalah cahaya, petunjuk, tali Allah, dan jamuan-Nya — bukan kitab biasa. Layaknya jamuan, ia memiliki banyak rasa dan memberi tenaga bagi yang menyantapnya dengan lahap. Pertanyaannya: sudahkah Al-Qur'an menjadi sumber tenaga bagi jiwa kita?

00.06 — Doa-doa Akhlak: Ikhtiar Langit

Setelah memahami makna adab dan Al-Qur'an, pertemuan ini ditutup dengan tiga doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ — ikhtiar langit untuk memohon akhlak yang baik kepada Allah.

Doa 1 — Memohon Akhlak yang Baik · HR. Ahmad
اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Adalah Nabi Muhammad ﷺ berdoa: 'Ya Allah, Engkau telah menciptakan aku dengan sebaik-baiknya penciptaan, maka aku mohon perbaikilah akhlakku.'"

HR. Ahmad
Doa 2 — Memohon Akhlak dan Amal yang Baik · HR. An-Nasa'i
اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

"Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan dan sebaik-baik akhlak — tidak ada yang bisa menunjuki kepada yang terbaik kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak — tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau."

HR. An-Nasa'i
Doa 3 — Berlindung dari Akhlak yang Buruk · HR. At-Tirmidzi
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ وَالْأَدْوَاءِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan akhlak, amal, hawa nafsu, dan penyakit."

HR. At-Tirmidzi
Ikhtiar LangitMempelajari adab dan ilmu Al-Qur'an adalah ikhtiar bumi. Memohon kepada Allah agar akhlak kita diperbaiki adalah ikhtiar langit. Keduanya tidak bisa dipisahkan — semua usaha kita belajar di halaqah ini perlu disandarkan pada doa dan tawakkal kepada Allah.
← Kembali ke Daftar Materi At-Tibyan