RATTILILQUR'AN

Riyāḍat al-Ḥurūf › At-Tibyan › Bab 04

Khusus Murid Rattililqur'an

Bab 04
Adab Pengajar & Pelajar Al-Qur'an

في آداب معلم القرآن ومتعلمه — Imam an-Nawawi menyebut bab ini dan dua bab setelahnya sebagai maksud utama kitab. Tahap ini disusun sebagai matan dulu: nash inti dan terjemah ringkas, syarah rinci menyusul.

Khusus Murid Rattililqur'an

Akses Terbatas

Halaman ini eksklusif untuk murid dan guru Rattililqur'an. Masuk dengan akun Portal untuk membuka materi.

Gabung di Portal Rattililqur'an

بَارَكَ اللهُ فِيكُمۡ

0 dari 4 poin sudah diterapkan0%
Bab ini adalah inti praktis bagi halaqah: adab guru, adab murid, dan adab majelis ilmu Al-Qur'an. Rujukan penyusunan: PDF kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur'an edisi tahqiq yang tersimpan di folder rujukan lokal, dicocokkan dengan teks Islamweb untuk menjaga urutan fasal dan redaksi.

04.01 — Pembuka Bab: Maksud Utama Kitab

Matan At-Tibyan — Pembuka Bab
الْبَابُ الرَّابِعُ فِي آدَابِ مُعَلِّمِ الْقُرْآنِ وَمُتَعَلِّمِهِ

هَذَا الْبَابُ مَعَ الْبَابَيْنِ بَعْدَهُ مَقْصُودُ الْكِتَابِ، وَهُوَ طَوِيلٌ مُنْتَشِرٌ جِدًّا، فَإِنِّي أُشِيرُ إِلَى مَقَاصِدِهِ مُخْتَصَرَةً فِي فُصُولٍ لِيَسْهُلَ حِفْظُهُ وَضَبْطُهُ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى.

Bab keempat: adab pengajar Al-Qur'an dan pelajarnya. Imam an-Nawawi menyebut bab ini bersama dua bab setelahnya sebagai maksud utama kitab; beliau meringkas pokok-pokoknya dalam fasal-fasal agar mudah dihafal dan dijaga.

At-Tibyan, Bab 04 — pembuka bab

04.02 — Niat: Mengharap Ridha Allah

Matan At-Tibyan — Fasal Niat
أَوَّلُ مَا يَنْبَغِي لِلْمُقْرِئِ وَالْقَارِئِ أَنْ يَقْصِدَا بِذَلِكَ رِضَا اللَّهِ تَعَالَى.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

"Hal pertama yang semestinya dituju oleh pengajar dan pembaca Al-Qur'an adalah ridha Allah Ta'ala." Beliau berdalil dengan QS. Al-Bayyinah: 5 dan hadits "Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya."

At-Tibyan Bab 04 · QS. Al-Bayyinah: 5 · HR. Bukhari-Muslim

04.03 — Jangan Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Dunia

Matan At-Tibyan — Fasal Ikhlas
وَيَنْبَغِي أَنْ لَا يُقْصَدَ بِهِ تَوَصُّلًا إِلَى غَرَضٍ مِنْ أَغْرَاضِ الدُّنْيَا مِنْ مَالٍ، أَوْ رِيَاسَةٍ، أَوْ وَجَاهَةٍ، أَوِ ارْتِفَاعٍ عَلَى أَقْرَانِهِ، أَوْ ثَنَاءٍ عِنْدَ النَّاسِ، أَوْ صَرْفِ وُجُوهِ النَّاسِ إِلَيْهِ، أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ تَعَالَى، لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ غَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Tidak semestinya Al-Qur'an dijadikan sarana mendapatkan tujuan dunia: harta, kedudukan, popularitas, merasa lebih tinggi dari teman, pujian manusia, atau perhatian manusia. Beliau juga menukil hadits ancaman bagi orang yang mempelajari ilmu agama untuk tujuan dunia.

At-Tibyan Bab 04 · HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu

04.04 — Akhlak Pengajar Al-Qur'an

Matan At-Tibyan — Sifat Pengajar
وَيَنْبَغِي لِلْمُعَلِّمِ أَنْ يَتَخَلَّقَ بِالْمَحَاسِنِ الَّتِي وَرَدَ الشَّرْعُ بِهَا، وَالْخِصَالِ الْحَمِيدَةِ، وَالشِّيَمِ الْمَرْضِيَّةِ.

Pengajar Al-Qur'an hendaknya berhias dengan akhlak baik yang diajarkan syariat: zuhud, dermawan, wajah yang ramah tanpa berlebihan, sabar, wara', khusyuk, tenang, berwibawa, tawadhu, menjaga kebersihan, serta menjauhi hasad, riya, ujub, dan meremehkan orang lain.

At-Tibyan Bab 04 — fasal akhlak pengajar

04.05 — Mendidik Murid Bertahap

Matan At-Tibyan — Tarbiyah Murid
وَيَنْبَغِي أَنْ يُؤَدِّبَ الْمُتَعَلِّمَ عَلَى التَّدْرِيجِ بِالْآدَابِ السَّنِيَّةِ، وَالشِّيَمِ الْمَرْضِيَّةِ، وَرِيَاضَةِ نَفْسِهِ بِالدَّقَائِقِ الْخَفِيَّةِ.

Pengajar hendaknya mendidik murid secara bertahap dengan adab-adab sunnah dan akhlak yang diridhai, membiasakannya menjaga diri dalam urusan lahir dan batin, serta terus mengarahkannya kepada ikhlas, jujur, niat baik, dan muraqabah kepada Allah.

At-Tibyan Bab 04 — fasal mendidik murid secara bertahap

04.06 — Semangat Mengajar & Tidak Hasad kepada Murid

Matan At-Tibyan — Hak Murid
يُسْتَحَبُّ لِلْمُعَلِّمِ أَنْ يَكُونَ حَرِيصًا عَلَى تَعْلِيمِهِمْ، مُؤْثِرًا ذَلِكَ عَلَى مَصَالِحِ نَفْسِهِ الدُّنْيَوِيَّةِ الَّتِي لَيْسَتْ بِضَرُورِيَّةٍ.

Pengajar dianjurkan sangat bersemangat mengajari murid, mendahulukan pengajaran atas kepentingan duniawi yang tidak mendesak, mengosongkan hati dari hal yang mengganggu, memberi kadar sesuai kemampuan masing-masing, mengulang hafalan, memuji yang tampak cerdas tanpa menimbulkan fitnah, menegur dengan lembut, dan tidak hasad kepada murid yang menonjol.

At-Tibyan Bab 04 — fasal semangat mengajar

04.07 — Tidak Menolak Murid karena Niatnya Belum Sempurna

Matan At-Tibyan — Pintu Belajar
قَالَ الْعُلَمَاءُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ: وَلَا يَمْتَنِعُ مِنْ تَعْلِيمِ أَحَدٍ لِكَوْنِهِ غَيْرَ صَحِيحِ النِّيَّةِ.

طَلَبْنَا الْعِلْمَ لِغَيْرِ اللَّهِ فَأَبَى أَنْ يَكُونَ إِلَّا لِلَّهِ.

Para ulama berkata: jangan menolak mengajari seseorang hanya karena niatnya belum benar. Diharapkan, dengan keberkahan ilmu, niatnya akan menjadi baik. Mereka berkata: "Kami dahulu menuntut ilmu bukan karena Allah, lalu ilmu itu enggan kecuali akhirnya menjadi karena Allah."

At-Tibyan Bab 04 — fasal tidak menolak murid pemula

04.08 — Menjaga Kemuliaan Ilmu

Matan At-Tibyan — Izzah Ilmu
وَمِنْ آدَابِهِ الْمُتَأَكَّدَةِ وَمَا يُعْتَنَى بِحِفْظِهِ أَنْ لَا يُذِلَّ الْعِلْمَ.

Termasuk adab yang sangat ditekankan: pengajar tidak merendahkan ilmu. Ilmu dijaga kehormatannya sebagaimana para salaf menjaganya.

At-Tibyan Bab 04 — fasal menjaga kemuliaan ilmu

04.09 — Majelis yang Lapang

Matan At-Tibyan — Adab Majelis
وَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ مَجْلِسُهُ وَاسِعًا لِيَتَمَكَّنَ جُلَسَاؤُهُ فِيهِ.

خَيْرُ الْمَجَالِسِ أَوْسَعُهَا.

Majelis pengajar hendaknya lapang sehingga peserta dapat duduk dengan baik. Imam an-Nawawi menukil hadits: "Sebaik-baik majelis adalah yang paling lapang."

At-Tibyan Bab 04 · HR. Abu Dawud dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu

04.10 — Adab Pelajar: Bersih Hati, Tawadhu, dan Menjaga Majelis

Matan At-Tibyan — Adab Pelajar
جَمِيعُ مَا ذَكَرْنَاهُ مِنْ آدَابِ الْمُعَلِّمِ فِي نَفْسِهِ آدَابٌ لِلْمُتَعَلِّمِ.

وَمِنْ آدَابِهِ أَنْ يَجْتَنِبَ الْأَسْبَابَ الشَّاغِلَةَ عَنِ التَّحْصِيلِ، إِلَّا سَبَبًا لَا بُدَّ مِنْهُ لِلْحَاجَةِ، وَيَنْبَغِي أَنْ يُطَهِّرَ قَلْبَهُ مِنَ الْأَدْنَاسِ لِيَصْلُحَ لِقَبُولِ الْقُرْآنِ وَحِفْظِهِ وَاسْتِثْمَارِهِ.

وَيَنْبَغِي أَنْ يَتَوَاضَعَ لِمُعَلِّمِهِ، وَيَتَأَدَّبَ مَعَهُ ... وَيَنْبَغِي أَيْضًا أَنْ يَتَأَدَّبَ مَعَ رُفْقَتِهِ وَحَاضِرِي مَجْلِسِ الشَّيْخِ.

Semua adab pengajar terhadap dirinya juga menjadi adab bagi pelajar. Pelajar hendaknya menjauhi hal yang mengganggu pencapaian ilmu, membersihkan hati agar layak menerima, menghafal, dan memetik buah Al-Qur'an; tawadhu kepada guru; beradab dengan guru, teman, dan orang yang hadir di majelis.

At-Tibyan Bab 04 — fasal adab pelajar

Rujukan & Verifikasi

← Kembali ke Daftar Materi At-Tibyan